The 3rd of ICTESS
Hai teman-teman! Selamat datang di blogku kembali, semoga kalian para pembaca semuanya tetap sehat dan bahagia ya, karena kalian dapat selalu bertahan di situasi saat ini.
Di kesempatan kali ini, aku akan membahas perihal the 3rd
ICTESS yaitu The 3rd International Conference on
Technology,Education, and Social Science dengan tema yang dibawakan adalah “Security
and Global: Cooperation in a Changing World.
Seminar
Internasional ICTESS secara daring yang diadakan pada Kamis, 10 Desember 2020
dengan keynote speaker adalah H.E
Ambrassador Y. Kristiarto S. Legowo, Beliau adalah perwakilan kedutaan
Indonesia untuk Australia. Beliau menyampaikan bahwa ditengah pandemi covid-19
ini bahwa posisi Indonesia yang
berada di tengah-tengah dua benua yaitu Benua Asia dan Australia, bahwa posisi
Indonesia yang rawan tertular dari virus covid-19 karena virus covid-19
adalah suatu virus yang berbahaya
yang memiliki banyak dampak besar dari segi perekonomian,pariwisata yang bisa
mengancam jalannya dan merugikan banyak orang. Beliau juga menjelaskan bahwa
Indonesia bisa mempengaruhi dunia melalui kebiasaan cara bekerja, cara diploma
bekerja, dan yang terakhir adalah cara bagaimana kita berkerja di tengah
pandemic virus covid-19 saat ini.
Menurut pendapat Beliau, negara Indonesia
adalah negara besar yang memiliki keamanan nasional yang besar, oleh karena itu
keamanan bangsa. Dan untuk itu keamanan nasional dibagi menjadi 2 yakni; keamanan
tradisional dan keamanan non tradisional. Hal tersebut dijelaskan sebagai
berikut;
·
Yang termasuk dalam tantangan keamanan
tradisional adalah:
a. Agresi
Militer ( Military Aggresision)
b. Pelanggaran
wilayah ( Teritorial Violation)
c. Terror
bersenjata ( Armed Terror)
d. Pemberontakan
( Rebellion)
e. Spionase
( Espionage)
·
Yang termasuk dalam tantangan keamanan non
tradisional adalah:
a. Perampokan
( Robbery)
b. Penyelundupan
narkoba ( Drug Smuggling)
c. Konflik
( Conflict)
d. Politik
balas dendam ( The Politics of Revenge)
e. Kemiskinan
( Poverty)
Dan ditambah adanya Indonesia’s
Foreign Policy yaitu:
a. Kedaulatan
NKRI
b. Perlindungan
WNI (Warga Negara Indonesia)
c. Diplomasi
Ekonomi
d. Peran
Internasional
Selanjutnya, pada seminar
Internasional disambung oleh Prof. Ts. Dr. Burhanuddin Malaysia, Beliau adalah
Professor dari Universitas Teknik Malaysia. Dr. Burhanuddin menjelaskan bahwa
ada 3 poin penting yaitu
a. Bagaimana
virus covid-19 pertama kali mewabah dan saat ini menjadi pandemi dunia
b. Bagaimana
gejala dari virus covid-19 dan
sebahaya apa virus ini menyerang
c. Bagaimana
dampak virus covid-19 di tengah-tengah strategi bisnis dan cara
menghadapinya
Dr.
Burhanuddin menjelaskan sebagai berikut:
A. Bagaimana
virus covid-19 pertama kali mewabah dan saat ini menjadi pandemi dunia?
Dijelaskan bahwa virus covid-19 pertama
kali mewabah di Wuhan,China yang kemudian mewabah di seluruh China. Virus ini
adalah kelanjutan virus SARS CoV-2 yang memiliki gejala yang sama-sama
menyerang sistem pernafasan. Virus ini (covid-19) ditularkan melalui
tetesan air liur (droplets) dari jarak yang cukup dekat karena adanya
interaksi. Ditularkan melalui sentuhan benda mati yang hanya cukup singkat
durasi penularannya yaitu hanya 2 hari. Virus covid-19 ini juga
menyebabkan sakit pneumonia dan gangguan sistem pernafasan. Di kasus umum
penularan virus covid-19 ini lamanya sakit berjarak 10 hari hingga 2
minggu.
B. Bagaimana
gejala dari virus covid-19 dan
sebahaya apa virus ini menyerang?
Gejala umum virus ini yaitu:
1. Batuk
2. Pilek
3. Durasi
nafas yang pendek
4. Sakit
otot
5. Sakit
kepala
6. Tenggorokan
sakit
Gejala ini mirip sekali dengan gejala
flu biasa, sehingga saat ini banyaknya persepsi masyarakat bahwa sakit flu
setara gejala dari virus covid-19. Dan perlunya diingat dari masa
inkubasi virus covid1-19 selama 2-14 hari.
C. Bagaimana
dampak virus covid-19 di tengah-tengah strategi bisnis dan perekonomian dan cara menghadapinya?
Dijelaskan bahwa tak terkecuali dari
dampak dari virus virus-19 juga menyerang sudut perekonomian dan bisnis.
Dr. Burhanuddin menjelaskan bahwa saat ini di Malaysia tepatnya Bank Maybank
Malaysia mengalami kemorosotan ekonomi sekitar 3.3% Sehingga Malaysia
Employers Federation menjelaskan bahwa jumlah pekerja yang ada di Malaysia
mengalami kenaikan orang yang dirumahkan sekitar 13%.
Srategi bisnis dan perekonomian di
tengah pandemic covid-19 yaitu:
a. Do
some review about staff current location and their travelling records
b. Resivit
crisis and continuity plans timely
c. Evalute
the supply chain management
d. Do
some scenario analysis
e. Conduct
research to study and how to do things differently
Selanjutnya seminar
Internasional dilanjutkan oleh Prof. Takuya Sugahara, Ph.D. Beliau menjelaskan
bagaimana manfaat rempah-rempah yang merupakan sumber daya asli Indonesia
sangat memiliki banyak sekali manfaatnya. Dijelaskan bahwa evaluasi dari hasil
penelitian rempah-rempah yang dimiliki Indonesia yaitu:
a. Mayoritas
dari rempah-rempah yang dimiliki oleh Indonesia memiliki peran penting dalam
sejarah.
b. Dijelaskan
bahwa banyak rempah-rempah digunakan untuk perayaan,alat medis (pengobatan),
dan menambah cita rasa dalam kuliner.
c. Di
dalam dunia science secara modern, rempah-rempah memiliki banyak manfaat,salah
satunya adalah untuk menjaga kesehatan dan suhu badan secara normal.
Dan pada tahap
selanjutnya, sesi seminar dijelaskan oleh Dr. Shiello Amihan.Beliau merupakan
seorang dosen dari University of Perpatual Help Philippines menjelaskan bahwa;
ü Yang
termasuk dalam Suitable Development Goals Agenda (2030) :
1. Tidak
ada kemiskinan
2. Jumlah
presentase kelaparan sebanyak 0%
3. Pendidikan
yang berkualitas tinggi
4. Adanya
persamaan gender
5. Adanya
sanitasi yang bersih dan air bersih yang menjamin
6. Ekonomi
yang bertumbuh
7. Adanya
tanggung jawab terhadap limbah pabrik
Selanjutnya, seminar
Internasional ICTESS dijelaskan oleh Assoc. Prof. Chin. Min Lin. Beliau adalah
seorang dosen dari National Taichung Institute of Technology, Taiwan. Prof.
Chin Min Lin menjelaskan banyaknya benefit dari pertukaran pelajar dan bekerja
dari magang di Taiwan, China.
ü Benefit
yang didapatkan:
A. Program
Pertukaran Pelajar
1. Program
Student Exhange dapat menambah pengetahuan dari setiap latar belakang
negara yang dikunjungi.
2. Student
Exchange menambah relasi pertemanan dari berbagai sudut dunia.
3. Program
Student Exchange akan memperbarui dan menambah pengalaman dari tiap hari
yang dialami oleh peserta Student Exchange
B. Program
Magang di Luar Negeri (Program Pertukaran Ilmiah)
1. Adanya
kesempatan untuk memperbaiki perekonomian keluarga, jika peserta yang memiliki
latar belakang dari perekonomian menengah.
2. Peserta
yang memiliki prestasi tinggi akan dikirim belajar ke luar negeri.
Selanjutnya sesi terakhir
seminar Internasional ICTESS dibawakan oleh Dr. Sri Handayani Marwan. Beliau
menjelaskan bagaimana pengajaran Pendidikan di tengah pandemi covid-19 saat
ini.
Ada beberapa poin penting
yaitu:
1. Yang
pertama:
ü Rentannya
ketahanan Pendidikan dipengaruhi oleh:
a. Faktor
Pendidikan (murid, orangtua, dan fakultas)
b. Faktor
Kejahatan
c. Faktor
Kesehatan Mental
d. Faktor
IPTEK
e. Faktor
Sosial Media
2. Yang
kedua:
Pengajaran
Pendidikan di tengah pandemic sangat memperhatikan kualitas pengajar, yang
dapat dilihat dari 2 faktor yaitu:
a.
Social Teaching Practices
b.
Intructional Teaching Practices
3. Yang
ketiga:
Pengajar
pada saat yaitu pada abad 21 harus memiliki 21st Century Skills. Yang
termasuk dalam 21st Century Skills yaitu:
a. Creativity
b. Communication
c. Collaboration
d. Critical
Thinking
Wah, ternyata sudah cukup
panjang ya pembahasan blog kali ini yang bertemakan rangkuman seminar ICTESS
2020. Semoga teman-teman pembaca memyukainya. Sampai jumpa di kesempatan
selanjutnya. Tetap semangat dan jaga kesehatan selalu.

Komentar
Posting Komentar